IG: @99potretcikijing | T: @99potretckj | BBM : 5702474B

Selasa, 28 Desember 2010

Pasar Antik Windujenar

Pasar Windujenar awalnya dikenal dengan sebutan pasar Triwindu berlokasi di Kelurahan Keprabon, Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta, tepatnya di depan Pura Mangkunegaran yang semula sebagai alun - alun milik Mangkunegaran dan setiap tiga windu diadakan perayaan peringatan yang diselenggarakan oleh Mangkunegara VII.. Saat itu banyak pedagang yang berjualan di tempat tersebut dengan membuat los terbuka yang kemudian aktivitas perdagangan tersebut dikelola oleh Pemerintah Daerah menjadi pasar barang - barang antik.

Tahun 2009 Pasar Triwindu direlokasi di depan sayap kanan Pura Mangkunegaran dengan luas tanah 2.384 m2 dan diresmikan oleh Walikota Surakarta pada tanggal 25 September 2009 dengan upacara prosesi boyongan pedagang pasar Windujenar.

Pembangunan Pasar Windujenar dilaksanakan 2 (dua) tahap :
Tahap I dilaksanakan pada tahun 2008 yaitu pembangunan pasar blok selatan dan blok utara, terdiri dari 2 (dua) lantai, dengan luas bangunan lantai 1(satu) seluas 1.826m2  dan Lantai 2 (dua) seluas 1.454 m2 dan tahap II    dilaksanakan pada tahun 2009 yaitu pembangunan pasar pada blok timur terdiri dari 2 (dua) lantai dengan luas bangunan dan lantai 1 (satu) seluas 272 m2 lantai 2 (dua) seluas 272 m2


Aktivitas Pasar Windujenar dimulai dari pukul 09.00 s/d 18.00 WIB

POTENSI PASAR :
Luas Tanah 2.384 m2
Spesifikasi Dagangan Barang Antik
Jumlah Kios 266 buah
Jumlah Pedagang Th. 2010 236 pedagang

FASILITAS PASAR :
  Kantor Pasar                                   
  Lahan Parkir                                
  Mushola                                        
  MCK        
  Pos Keamanan                                
  Sarana pemadam kebakaran (hydrant dan APAR)
  Sarana bongkar muat    
  Sarana kebersihan Bin sampah


Sumber : Pemerintah Surakarta

Selasa, 21 Desember 2010

Penghargaan Indonesia Tourism Award 2010

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik dalam Indonesia Tourism Award 2010 memberikan dua penghargaan sekaligus kepada Pemerintah Kota Surakarta, Kamis malam (02/12) di Jakarta. Penghargaan diterima oleh Sekretaris Daerah Kota Surakarta, Budi Soeharto. Surakarta dinilai mampu memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan dan menjadi daerah terfavorit bagi para wisatawan.

Indonesia Tourism Award yang diselenggarakan oleh Kementerian Budaya dan Pariwisata bersama Majalah SWA tersebut telah melakukan survei di sejumlah kota yang menjadi kota tujuan wisata, dalam survey itu mereka meminta tanggapan langsung dari wisatawan.

Menurut Walikota Surakarta, Joko Widodo “Jumlah wisatawan yang datang ke Solo meningkat tajam karena di Solo ada beberapa agenda pariwisata, baik skala nasional maupun internasional" ujarnya. Selama tahun 2009 Surakarta telah dikunjungi oleh 26 ribu wisatawan mancanegara dan 1.054.000 wisatawan domestik. Sedangkan hingga Juni tahun ini, Surakarta telah dikunjungi 22 ribu wisatawan mancanegara serta 707 ribu wisatawan domestic, imbuhnya. Saat ini Kota Surakarta mempunyai Badan Promosi Pariwisata Daerah. Badan tersebut bertugas untuk mempromosikan potensi wisata yang ada di Surakarta. "Yang duduk di kepengurusan justru berasal dari pelaku usaha pariwisata," ungkap Joko Wi. Untuk saat ini yang menjabat sebagai Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah adalah Bambang Mintosih.

Jadwal event yang ada di Kota Surakarta dalam satu tahun kedepan sudah terangkum dalam calendar event, sehingga diharapkan wisatawan dapat dengan mudah mengetahui event apa yang ada di kota Solo, ungkapnya.