IG: @99potretcikijing | T: @99potretckj | BBM : 5702474B

Selasa, 30 November 2010

Solo Kota Pesona

Reputasi Solo sebagai kota penuh pesona diakui banyak orang yang pernah mengunjunginya, bahkan tak kurang seorang presiden RI mengatakan demikian. Dalam China – Asean Expo ke- 7 di Nanning, Guangxi China, Wakil Presiden Budiono meresmikan Kota Solo sebagai city Charm ( Kota Pesona) Indonesia.
Pada acara peresmian yang dihadiri oleh Gubernur Guangxi, Mabiao, Boediono menyatakan Solo layak disebut kota pesona karena selain memiliki banyak peninggalan – peninggalan bersejarah sebagai aset wisata juga masyarakatnya dikenal dinamik dan multicultural. Di Jantung Jawa Tengah yang menjadi spirit of java itu bermukim para pedagang ulet, wirausahawan tangguh, serta pekerja keras yang berasal dari berbagai suku dan kelompok etnis diseluruh Indonesia.
Menurut Boediono, Solo juga menjadi salah satu contoh perkembangan demokrasi yang sehat dan dinamis di Indonesia. Masyarakat Solo berhasil mengatasi berbagai masalah perkotaan yang baik, yang ditempat lain mungin bisa berkembang menjadi pertikaian. Hal itu bisa menjadi inspirasi bagi kota – kota lain di Indonesia, bahkan mungkin juga di negara – negara tetangga.
" yang tak kalah indah, Solo sangat kaya dengan tradisi dan budaya yang anggun dan mengagumkan dari kerajaan sejak masa silam. Tradisi ini tetap hidup dan mengakar di masyarakatnya, berdampingan dengan gaya hidup dan teknologi masa kini," katanya. Menurut Wapres, Solo adalah perpaduan luar biasa. Dikota tersebut ada tradisi yang kuat dan mengakar dan ada penduduk yang dinamis dan pekerja keras.
Di bawah kepemimpinan Jokowi – Rudi, yang kini masuk tahap kedua, Kota Solo mengalami perbaikan – perbaikan yang luar biasa. Para pedagang kaki lima yang dibanyak kota menjadi beban, di Solo ditata rapi tanpa gejolak. Mereka dipindah ke tempat lain yang lebih representatif dan tidak mengganggu wajah kota.
Secara fisik, kawasan – kawasan publik dibangun untuk keindahan kota dan kenyamanan masyarakat. City Walk dibangun sepanjang sisi selatan Selamet Riyadi, sebagai tempat warga kota bersosialisasi dan mengekspresikan seni. Pasar Nagarsopuro yang sebelumnya semrawut dibangun menjadi kawasan yang nyaman untuk warga menghabiskan waktu pada malam panjang.
Dalam hal seni budaya, Solo Batik Carnival (SBC) yang merupakan festival batik bersekala internasional digelar setiap tahun. Pertunjukan – pertunjukan seni berkelas internasional juga diadakan setiap tahun, seperti Solo Internasional Ethnic Music (SIEM) atau Solo Internasional Performing Art (SIPA) yang setiap malamnya mampu menyedot ribuan pengunjung menikmatinya. Dengan mengusung slogan, Solo Masa Depan adalah Solo Masa Lalu, kota Solo berhasil mempertahankan identitasnya sebagai kota budaya, pariwisata dan kota vokasi yang mengantarnya menjadi City Of Charm, Kota Pesona.


Sumber : Majalah Solo Berseri

Senin, 29 November 2010

Pager Gunung

Dewa Gunung (Desa Wisata Pagergunung) adalah sebuah desa yang terletak di antara lereng gunung Andong dan Telomoyo, dengan ketinggian 1010 m dpl menjadikan pagergunung beriklim sejuk dan memiliki pemandangan yang indah.
Pagergunung adalah desa dengan berbagai pesona yang terdiri dari :
1. Keindahan alam dan lingkungan yang berupa; mata air, air terjun, sungai, camping ground, jalur tracking, homestay, dan satu tempat aneh yang disebut “leng barat” (lubang angin), seperti liang sarang binatang namun selalu keluar hembusan angin dari lubang itu.
2. Kebudayaan masyarakat yang berupa; kesenian tradisional seperti wayang kulit, ketoprak, tarian kobra, kuda lumping, soreng, kesenian laras madya dan konthulan yang sudah langka, dan terdapat industri relief dan kuningan yang memiliki ciri khas tersendiri dibanding daerah lain.
3. Potensi industri dan makanan khas pagergunung berupa; balok ketela, marning jagung, ceriping ketela(samier/lentheng), dan makanan khas lainnya berupa cenil, cethot, tempe, semprong, sagon, dll.
4. Potensi pertanian berupa; sayuran yang beragam, beras jawa dan ketan jawa yang merupakan varietas langka dan digemari, hingga semangat para petani dalam mengelola koperasi pertanian (LKM Purwa Sejati) yang sedang menjadi percontohan di kabupaten magelang.
Adalah sebuah pengalaman yang mengesankan saat berada di desa pagergunung, suasana perdesaan yang tenang , sejuk dan asri akan menjadikan pikiran sedikit lebih tenang, melepaskan diri dari keramaian kota yang menjadikan kita penat dan stress, berbagai potensi dan kekayaan alamnya akan menjadikan kepuasan dan kenangan yang tak terlupakan.

Selasa, 23 November 2010

Steam Loco Jaladara

Steam Loco Jaladara atau yang disebut dengan sepur kluthuk akan melintasi kota Surakarta, karena pada tanggal 27 september 2009  telah diresmikan oleh Menteri Perhubungan Jusman Syafi’i Djamal bersama Gubernur Jawa Tengah dan Walikota Solo Joko Widodo bertempat di loji gandrung rumah dinas walikota Solo.Satu rangkaian kereta uap jaladara ini terdiri atas satu lokomotif Seri C 1218 dan dua gerbong penumpang dengan Seri TR 144 dan TR 16. Lokomotif kereta uap wisata jaladara ini buatan Negara Jerman pada tahun 1896, diambilkan dari Museum Palagan Ambarawa, sementara gerbongnya dari Magelang dan Bandung.

Acara peresmian kereta uap wisata kota Surakarta ini sangan meriah gerbong kereta di hias dengan kain batik dan di bungkus dengan kain hitam, peluncuran kereta uap perdana tersebut dengan di tandai pemecahan kendi oleh mentri perhubungan dan didampingi oleh walikota dan wakil walikota dan di saksikan oleh ribuan masyasakat kota surakarta.

Sepur kluthuk jaladara, rencananya akan beroperasi 2 kali dalam semingu yaitu setiap hari sabtu dan minggu dengan rute Stasiun Puwosari sampai Stasiun Kota Sangkrah yang berjarak kurang lebih 5.6 kilometer. Rute ini melewati Jalan Slamet Riyadi, jalan utama kota Solo dan  rencananya akan singgah beberapa saat di beberapa tempat perhentian dalam satu trip pulang pergi, diantaranya adalah Kampung Laweyan, Loji Gandrung, Ngapeman, Pasar Pon, Keraton, Gladak, dan lain-lain.

Harga tiketnya  Rp.100.000 untuk sekali naik. dikarena untuk mengoperasikan kereta uap wisata ini memerlukan biaya yang tidak sedikit dalam sekali jalan pulang pergi, memerlikan tiga kubik kayu jati sedang kereta api hanya berkapasitas sekitar 80 orang penumpang saja.
Walikota Surakarta berharap dengan adanya Steam Loco jaladara ini akan menjadi daya tarik tersendiri kota Surakarta.


Sumber : Pemerintah Surakarta

Selasa, 16 November 2010

Deklarasi Dukungan Kepahlawanan Nasional Mbah Gesang


Beberapa elemen terdiri dari JASRAC (Lembaga Collecting Management Organisation Jepang) IIPS ( Indonesia Intellectual Property Society / Perhimpunan Masyarakat HAKI Indnesia), dan PT. Penerbit Karya Musik Pertiwi (PMP) mendeklarasikan dukungan atas usulan pemberian penghargaan gelar Pahawan Nasional di Bidang Budaya kepada Gesang yang bertempat di Taman Gesang, Jurug Surakarta. Menurut elemen – elemen ini Gesang  adalah sosok luar biasa yang pantas menerima gelar pahlawan nasional.
Reputasi Gesang sebagai seorang Maestro Keroncong nampaknya cukup dikenal. Dedikasi kesetiaan Dan karya – karyanya dijalur music keroncong telah diakui masyarakat Indonesia, bahkan Internasional. Gesang yang wafat pada 20 Mei 2010 telah mewariskan segenap karya monumental, salah satunya adalah lagu Bengawan Solo yang cukup terkenal dan melekat dihati masyarakat Internasional.
Sepeninggal Almarhum, usulan agar tokoh music keroncong ini menjadi Pahlawan Nasional di Bidang Budaya terus mengalir dari berbagai Kalangan. Menurut Menteri Sosial Salim Segaf Aljufri, “ Pahlawan Nasional memiliki posisi penting bagi sejarah Indonesia dan tidak harus berasal dari militer”.
Masyarakat luas mengakui, Gesang adalah sosok yang luar biasa. Gesang pernah mendapatkan penghargaan Bintang  Budaya Paramadana dari Presiden Soeharto. Karena itu para pembuat deklarasi merasa sangatlah pantas jika Gelar Pahlawan Nasional Bidang Budaya melekat dalam diri sang  pelantun Bengawan Solo tersebut.
Sementara itu komisaris PT. Penerbit Karya Musik Pertiwi (PMP) Hendarmin Susilo mengungkapkan lagu Bengawan Solo cukup digemari masyarakat internasional. Saat ini lagu tersebut telah diterjemahkan kedalam 13 bahasa termasuk bahasa Inggris, Tiongkok, dan Jepang.
Terpisah, Mr.Okana JASRAC dari lembaga Collecting Management Organisation Jepang, mengatakan lagu Gesang sudah dikenal lama di Jepang, dan berkat lagu ini  pula yang membawa masyarakat Jepang banyak datang dan berkunjung ke Kota Solo. “ Saya sangat mendukung usulan tersebut dan saya juga berharap semoga music keroncong Dapat terus dikembangkan kedepannya”Ujarnya.
Gesang, seperti kita ketahui, mengubah lagu –lagu sebagai catatan adegan – adegan kehidupannya. Lagu – lagunya adalah ungkapan suara hatinya yang terdalam. Ketika mencipta tak ada niatan untuk memperoleh imbalan, apalagi materi. Contohnya lagu bengawan solo. Lagu itu adalah potret telanjang keadaan sungai terpanjang di jawa kala itu. Gesang adalah sosok seniman yang tak silau dengan popularitas. Menurutnya ppularitas adalah racun yang membahayakan. Dia mencipta karena ingin mencpita. Menyalurkan segala rasa yang berkecamuk dihati kedalam music.

Senin, 15 November 2010

Mewujudkan Koto Solo Sebagai Kota Eco Budaya


Dalam lima tahun kedapan, pembangunan kota solo dirancang dengan menyatukan nilai budaya dan lingkungan atau diistilahkan dengan konsep Eco – Budaya. Penegasan itu disampaikan Wali kota Surakarta,Joko Widodo dalam acara halal bi halal karyawan –karyawati Pemkot Surakarta. Dalam amanatnya, Walikota ingin mewujudkan Kota Solo sebagai Kota Eco Budaya.
Guna mewujudkannya, Pemkot Solo membentuk tim yang akan membuat detail kosep tersebut yang terdiri atas sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) seperti Badan Lingkungan Hidup (BLH), Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Dinas Tata Ruang Kota (DTRK) dan Unsur pemerintah wilayah. Salah satu konsep makro dalam program  pembangunan tersebut adalah pembuatan hutan kota melalui perbanyakan Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Saat ini RTH di Kota Surakarta baru mencapai 18% dari ukuran ideal yang seharusnya 30%. Untuk meningkatkan luas RTH yang 30% dari seluruh luas kota, Pemerintah Surakarta memanfaatkan tanah – atanah kosong atau tanah bekas kuburan untuk dijadikan hutan kota. Pada tahap awal, tim ini bersama Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Solo akan menginventariskan tanah Negara.
Tanah – tanah kosong yang merupakan tanah Negara bakal diproyeksikan menjadi hutan kota. Sementara jika tanah tersebut merupakan tanah warga maka itu menjadi privasi warga yang bersangkutan. Yang dibuat menjadi hutan kota hanya tanah Negara,kalau tanah warga tergantung yang memiliki.
Selain hutan kota konsep Eco – Cultural tersebut juga akan diwujudkan dengan pagarisasi hijau. Setiap pagar di Kota Solo baik di kantor Instansi pemerintah, swasta, dan rumah warga diminta untuk diganti menjadi warna hijau.
Sebagai contoh pagarisasi hijau alian penggantian pagar beton menjadi pagar hijau tahun 2010 ini, Dinas Kebersihan Dan Pertamanan (DKP) Kota Solo telah melaksanakan bulan juni lalu.
Pagar Hijau tersebut sudah mulai berjalan pada juni dan pelaksanaanya bertahap hingga oktober mendatang. Menurut kepala DKP solo, Satrio Teguh Subroto, menyebutkan bahwa pagarisasi hijau juga mulai dilaksanakan di sepanjang Jl. Selamet Riyadi Solo, dimulai dari wilayah kereten, Laweyan, yang dianggap sebagai pintu gerbang memasuki Kota Solo.