Beberapa elemen terdiri dari JASRAC (Lembaga Collecting Management Organisation Jepang) IIPS ( Indonesia Intellectual Property Society / Perhimpunan Masyarakat HAKI Indnesia), dan PT. Penerbit Karya Musik Pertiwi (PMP) mendeklarasikan dukungan atas usulan pemberian penghargaan gelar Pahawan Nasional di Bidang Budaya kepada Gesang yang bertempat di Taman Gesang, Jurug Surakarta. Menurut elemen – elemen ini Gesang adalah sosok luar biasa yang pantas menerima gelar pahlawan nasional.
Reputasi Gesang sebagai seorang Maestro Keroncong nampaknya cukup dikenal. Dedikasi kesetiaan Dan karya – karyanya dijalur music keroncong telah diakui masyarakat Indonesia, bahkan Internasional. Gesang yang wafat pada 20 Mei 2010 telah mewariskan segenap karya monumental, salah satunya adalah lagu Bengawan Solo yang cukup terkenal dan melekat dihati masyarakat Internasional.
Sepeninggal Almarhum, usulan agar tokoh music keroncong ini menjadi Pahlawan Nasional di Bidang Budaya terus mengalir dari berbagai Kalangan. Menurut Menteri Sosial Salim Segaf Aljufri, “ Pahlawan Nasional memiliki posisi penting bagi sejarah Indonesia dan tidak harus berasal dari militer”.
Masyarakat luas mengakui, Gesang adalah sosok yang luar biasa. Gesang pernah mendapatkan penghargaan Bintang Budaya Paramadana dari Presiden Soeharto. Karena itu para pembuat deklarasi merasa sangatlah pantas jika Gelar Pahlawan Nasional Bidang Budaya melekat dalam diri sang pelantun Bengawan Solo tersebut.
Sementara itu komisaris PT. Penerbit Karya Musik Pertiwi (PMP) Hendarmin Susilo mengungkapkan lagu Bengawan Solo cukup digemari masyarakat internasional. Saat ini lagu tersebut telah diterjemahkan kedalam 13 bahasa termasuk bahasa Inggris, Tiongkok, dan Jepang.
Terpisah, Mr.Okana JASRAC dari lembaga Collecting Management Organisation Jepang, mengatakan lagu Gesang sudah dikenal lama di Jepang, dan berkat lagu ini pula yang membawa masyarakat Jepang banyak datang dan berkunjung ke Kota Solo. “ Saya sangat mendukung usulan tersebut dan saya juga berharap semoga music keroncong Dapat terus dikembangkan kedepannya”Ujarnya.
Gesang, seperti kita ketahui, mengubah lagu –lagu sebagai catatan adegan – adegan kehidupannya. Lagu – lagunya adalah ungkapan suara hatinya yang terdalam. Ketika mencipta tak ada niatan untuk memperoleh imbalan, apalagi materi. Contohnya lagu bengawan solo. Lagu itu adalah potret telanjang keadaan sungai terpanjang di jawa kala itu. Gesang adalah sosok seniman yang tak silau dengan popularitas. Menurutnya ppularitas adalah racun yang membahayakan. Dia mencipta karena ingin mencpita. Menyalurkan segala rasa yang berkecamuk dihati kedalam music.
Sumber : Tabloid Pemkot Solo "Solo Berseri"


Tidak ada komentar:
Posting Komentar