Reputasi Solo sebagai kota penuh pesona diakui banyak orang yang pernah mengunjunginya, bahkan tak kurang seorang presiden RI mengatakan demikian. Dalam China – Asean Expo ke- 7 di Nanning, Guangxi China, Wakil Presiden Budiono meresmikan Kota Solo sebagai city Charm ( Kota Pesona) Indonesia.
Pada acara peresmian yang dihadiri oleh Gubernur Guangxi, Mabiao, Boediono menyatakan Solo layak disebut kota pesona karena selain memiliki banyak peninggalan – peninggalan bersejarah sebagai aset wisata juga masyarakatnya dikenal dinamik dan multicultural. Di Jantung Jawa Tengah yang menjadi spirit of java itu bermukim para pedagang ulet, wirausahawan tangguh, serta pekerja keras yang berasal dari berbagai suku dan kelompok etnis diseluruh Indonesia.
Menurut Boediono, Solo juga menjadi salah satu contoh perkembangan demokrasi yang sehat dan dinamis di Indonesia. Masyarakat Solo berhasil mengatasi berbagai masalah perkotaan yang baik, yang ditempat lain mungin bisa berkembang menjadi pertikaian. Hal itu bisa menjadi inspirasi bagi kota – kota lain di Indonesia, bahkan mungkin juga di negara – negara tetangga." yang tak kalah indah, Solo sangat kaya dengan tradisi dan budaya yang anggun dan mengagumkan dari kerajaan sejak masa silam. Tradisi ini tetap hidup dan mengakar di masyarakatnya, berdampingan dengan gaya hidup dan teknologi masa kini," katanya. Menurut Wapres, Solo adalah perpaduan luar biasa. Dikota tersebut ada tradisi yang kuat dan mengakar dan ada penduduk yang dinamis dan pekerja keras.
Di bawah kepemimpinan Jokowi – Rudi, yang kini masuk tahap kedua, Kota Solo mengalami perbaikan – perbaikan yang luar biasa. Para pedagang kaki lima yang dibanyak kota menjadi beban, di Solo ditata rapi tanpa gejolak. Mereka dipindah ke tempat lain yang lebih representatif dan tidak mengganggu wajah kota.
Secara fisik, kawasan – kawasan publik dibangun untuk keindahan kota dan kenyamanan masyarakat. City Walk dibangun sepanjang sisi selatan Selamet Riyadi, sebagai tempat warga kota bersosialisasi dan mengekspresikan seni. Pasar Nagarsopuro yang sebelumnya semrawut dibangun menjadi kawasan yang nyaman untuk warga menghabiskan waktu pada malam panjang.Dalam hal seni budaya, Solo Batik Carnival (SBC) yang merupakan festival batik bersekala internasional digelar setiap tahun. Pertunjukan – pertunjukan seni berkelas internasional juga diadakan setiap tahun, seperti Solo Internasional Ethnic Music (SIEM) atau Solo Internasional Performing Art (SIPA) yang setiap malamnya mampu menyedot ribuan pengunjung menikmatinya. Dengan mengusung slogan, Solo Masa Depan adalah Solo Masa Lalu, kota Solo berhasil mempertahankan identitasnya sebagai kota budaya, pariwisata dan kota vokasi yang mengantarnya menjadi City Of Charm, Kota Pesona.
Sumber : Majalah Solo Berseri

Tidak ada komentar:
Posting Komentar